SOSIALISASI PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN)

  16 April 2021  |  DESA SUKOJATI

Penyakit Corona Virus (Covid-19) adalah merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus jenis baru yang belum pernah terindentifikasi pada manusia. Virus ini menyebabkan penyakit saluran pernafasan (seperti flu) dengan gejala batuk, demam, dan pada kasus yang lebih serius. Di tengah Pandemi Covid-19 masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap ancaman penyakit lain, seperti demam berdarah dengue.

Jum’at berlangsung di dusun sengon Desa Sukojati telah berlangsung kegiatan Pembinaan Sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Bagi Kader Kesehatan Desa Sukojati. Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Camat Blibingsari Abdul Latif, S.Sos., M.Si, Kepala Pukesmas Blimbingsari Hj. Awan Pelita Dewi, Kapolsek Blimbingsari Kompol Sudarsono, dan  Kodim Blimbingsari Kapten Inf Misdari

Dalam kegiatan Pembinaan Sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Bagi Bapak Camat Blimbingsari membuka kegiatan tersebut dan memberikan sambutan serta menyampaikan dan mengajak bahwasanya kita dalam kehidupan sehari hari haruslah hidup sehat dengan mengutamakan kebersihan lingkungan serta buang sampah pada tempat atau wadah yang dapat menampung air sehingga tidak dijadikan tempat berkembangnya jentik nyamuk.

" Demam Berdarah Dengue atau dikenal dengan istilah DBD adalah merupakan sutuan penyakit yang disebabkan oleh virus DEN yang ditularkan oleh gigitan nyamuk AEDES AEGYPTI. Nyamuk AEDES AEGYPTI ini menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus Dengue ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut. Gejala umumnya timbul 4 s/d 7 hari sejak gigitan nyamuk serta dapat berlangsung selam 10 hari. Gejala awal Demam Berdarah Dengue antara lain; demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri saat menggerakkan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tabda-tanda pendarahan, pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, pendarahan saluran cerna, syok, hingga kematian. Masa inkubasi demam berdarah 3 s/d 14 hari tetapi pada umumnya 4 s/d 7 hari, Demam Berdarah Dengue dapat dipicu oleh faktor resiko tertentu. Beberapa faktor resiko demam berdarah yakni meliputi ; pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya, tinggal atau bepergian ke daerah tropis dan bayi/anak-anak/orang lanjut usia/ dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala seperti flu atau demam selama lebih dari satu minggu. Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat menangkal demam berdarah. Oleh karena itu cara terbaik untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah dengan menghindari terkena gigitan nyamuk yang membawa virusnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya Demam Berdarah Dengue, diantaranya ; rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat, kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan dimana banyak timbul genangan-genangan air di sekitar pemukiman seperti talang air/ban bekas/kaleng/botol/plastik/gelas bekas air mineral/lubah pohon/pelepah daun dan lain-lain. Beberapa upaya pertolongan awal terhadap penderita dapat dilakukan antara lain tirah baring (bedrest), perbanyak asupan cairan/banyak minum sekurang 2 liter per hari, kompres air hangat, bila demam tinggi dapat diberikan obat pereda demam (antipiretik) seperti parasetamol. Bila 2 - 3 hari gejala semakin memburuk seperti pasien tampak makin lemas, muntah-muntah, gelisah atau timbul pendarahan spontan seperti mimisan, pendarahan gusi, pendarahan saluran cerna dan lain sebagainya diharapkan agar segera di bawa ke rumah sakit terdekat atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pencegahan Demam Berdarah Dengue yang paling efektif dan efisien saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M Plus yakni : 1). Menguras adalah membersihkan tempat yang palinh sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi/ember air/tempat penampungan air minum/tempat air lemari es dan lain-lain, 2). Menutup yaitu menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum/kendi/toren air dan lain sebagainya, 3). Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembang biakan nyamuk penular Demam Berdarah. Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan lainnya seperti ; menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan. Kita jangan sampai terlena dengan pandemi Covid-19 dan melupakan untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Masyarakat dan terutama para juru pemantai jentik (Jumantik) di minta tetap fokus pada tugas pemantauan jentik-jentik hingga ke lingkungan terkecil RT dan RW. Pemerintah tidak pernah berhenti mengantisipasi Demam Berdarah di Pandemi Covid-19. Kunci utama penanganan Demam Berdarah ada dimasyarakat untuk tidak berhenti melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Termasuk ke rumah kosong memiliki potensi menjadi sarang nyamuk jika ada genangan. Kewaspadaan kita terhadap penyakit lain selain Covid-19 juga perlu ditingkatkan. Soalnya penyakit lain juga berpotensi terjadi ditengah pandemi ini dan perubahan cuaca seperti sekarang ini. Di masa pandemi kita bisa saja terinfeksi kedua penyakit tersebut yakni Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue. Mari kita laksanakan dan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan, dan paling utama yakni jaga hati," ucap Bapak Camat Blimbingsari

Contact Details

  Alamat :   Jl Raya Sukojati No 25
  Email : dsukojati@gmail.com
  Telp. : 082336901919
  Instagram : @pemdessukojati
  Facebook : https://www.facebook.com/pemdes.sukojati.1
  Twitter : https://twitter.com/


© 2021,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi