BBK 4 Universitas Airlangga tahun 2024 di Desa Sukojati

Home / BBK 4 Universitas Airlangga tahun 2024 di Desa Sukojati

Kamis, 25 Juli 2024


BBK 4 Universitas Airlangga tahun 2024 di Desa Sukojati

BBK (Belajar Bersama Komunitas) merupakan perubahan nama yang sebelumnya dari Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM). Tujuan diubahnya nama tersebut adalah untuk mendukung secara penuh program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 4 Universitas Airlangga tahun 2024 tersebar di beberapa kabupaten dan kota wilayah, salah satunya yaitu kabupaten Banyuwangi tepatnya di kecamatan Blimbingsari. Di kecamatan Blimbingsari sendiri tersebar di 10 desa yaitu Desa Badean, Desa Blimbingsari, Desa Bomo, Desa Gintangan, Desa Kaligung, Desa  Kaotan, Desa Karangrejo, Desa Patoman, Desa Sukojati dan Desa Watukebo. Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK ke-4 mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dilaksanakan pada tanggal 2 – 27 Juli 2024.

            KKN-BBK 4 UNAIR Sukojati melaksanakan beberapa program kerja di 4 bidang yaitu bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan Hidup, dan Ekonomi. Pada bidang kesehatan adalah “Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat”. Mahasiswa memberikan edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah yang melibatkan siswa-siswi SDN 1 Sukojati kelas 1 dan 2 serta adik-adik Panti Asuhan Mutiara Insan. Program ini bertujuan meningkatkan motivasi anak-anak agar dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

            Mahasiswa KKN juga memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Mereka melakukan kegiatan posyandu keliling di setiap dusun sesuai jadwal yang sudah ditentukan desa. Program ini tentunya mendapat sambutan yang baik dari warga sekitar, terutama ibu hamil, ibu- ibu yang memiliki balita, dan lansia.

Pada bidang pendidikan, yaitu Edukasi Seksual “Tubuhku Rahasiaku” dengan memberikan pemaparan materi edukasi terkait anggota tubuh yang tidak boleh disentuh orang asing serta memberi penjelasan mengenai cara menutup aurat dengan benar dan alasan mengapa harus menutup aurat sejak dini dan menjelaskan bagaimana cara merawat kebersihan anggota tubuh dengan sasaran masyarakat yaitu anak-anak berusia 4-7 tahun.

Program berikutnya adalah MARTABAK “Mari Tata Bersama Arsip Keluarga” dengan memberikan tips menyimpan dokumen supaya lebih awet dengan cara pres mika dan sosialisasi mengenai cara penyimpanan dokumen penting seperti Kartu Keluarga, surat tanah, akta kelahiran, dan dokumen lain dalam satu tas. Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat akan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk mengelola arsip keluarga mereka dengan lebih baik.

Selanjutnya yaitu program ESHTER “English Session Together” dengan mengajarkan materi dasar pembelajaran dari sekolah dan menjalankan program belajar Bahasa Inggris berbasis fun learning dengan sasaran masyarakat yaitu anak-anak berusia 5-10 tahun. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anak mengenai kosakata dalam Bahasa Inggris serta meningkatkan daya ingat anak.

Selain itu, mahasiswa KKN juga mengembangkan program “Personal Branding dan Public Speaking” yang melibatkan pemuda karang taruna Desa Sukojati. Mereka memperkenalkan bahwa personal branding dan public speaking itu penting dimanapun berada.

Pada bidang lingkungan hidup yaitu program KBPKK “Kerja bakti Bersama ibu-ibu PKK” yang melibatkan ibu-ibu PKK Desa Sukojati. Program ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan yang ada di Desa Sukojati dan melaksanakan kegiatan rutin yang ada di Desa Sukojati serta memperkuat silaturrahmi antar tetangga dan menumbuhkan rasa empati antar makhluk hidup.

Kemudian yaitu program “Branding Desa Sukojati” dengan mengunjungi tempat yang ada di sukojati contoh tempat pariwisata atau tempat yang belum dikenal oleh masyarakat luas dengan membuat video yang akan di posting ke akun youtube dan instagram. Progam ini sendiri bertujuan untuk membranding Desa Sukojati agar masyarakat luas mengetahui letak, prestasi, akses menuju desa, keunggulan desa, dan wisata yang ada di Desa Sukojati melalui video media sosial.

            Program lainnya yang tidak kalah penting pada bidang ekonomi adalah “Sosialisasi Literasi Keuangan”. Mahasiswa memberikan materi mencakup berbagai topik seperti perencanaan keuangan, manajemen utang, investasi, tabungan, dan pentingnya kesadaran mengenai penyebaran hoax dan link scam atau penipuan. Dari program ini diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan terinformasi.

            Salah satu program unggulan yang dieksekusi adalah “Sosialisasi Digitalisasi Pengembangan UMKM” melalui pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang melibatkan pelaku UMKM dan ibu-ibu PKK Desa Sukojati. Program ini diharapkan UMKM setempat dapat meningkatkan  kesadaran dan pemahaman mengenai pembayaran non-tunai yang dimana inisiatif ini bertujuan untuk membekali UMKM dengan pengetahuan, keterampilan, dan alat yang diperlukan untuk mengintegrasikan QRIS ke dalam usaha para UMKM, sehingga memberikan berbagai manfaat yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Sukojati.

            Dengan berakhirnya program KKN di Desa Sukojati ini, para mahasiswa berharap agar program yang telah dilaksanakan dapat terus dilaksanakan oleh masyarakat Desa Sukojati. Mereka berkomitmen akan terus memberikan pendampingan maupun dukungan walaupun program KKN telah usai.

            Tentunya kegiatan KKN ini tidak hanya memberikan manfaat untuk warga Desa Sukojati, namun juga memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah didapatkan dibangku kuliah. Kami berharap program KKN akan terus memberikan kontribusi yang positif terhadap masyarakat dan membangun desa yang lebih maju dan sejahtera di masa depan.



Bagikan Artikel :