Rabu, 17 Juni 2026
SUKOJATI – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sukojati mendatangi kantor kepala desa dengan penuh antusias pada Rabu pagi. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyalurkan hak pendaftaran dalam program pendistribusian Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dirangkaikan dengan pembagian minyak goreng gratis.
Program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat berkolaborasi dengan pemerintah desa ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat serta menekan angka inflasi di tingkat daerah, khususnya bagi keluarga prasejahtera.
Transparan dan Tepat Sasaran
Kepala Desa Sukojati menyatakan bahwa proses penyaluran bantuan kali ini berjalan dengan tertib berkat sistem kupon dan pembagian jadwal per dusun. Langkah ini diambil untuk menghindari antrean panjang yang menumpuk.
"Kami memastikan seluruh bantuan ini tepat sasaran karena data penerima sudah diverifikasi secara ketat berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Setiap KPM menerima paket berupa 20 kg beras kualitas premium dan 4 liter minyak goreng," ujarnya saat meninjau langsung lokasi pembagian.
Detail Penyaluran Bantuan
Untuk memastikan transparansi, pemerintah desa merilis rincian data penyaluran sebagai berikut:
| Komoditas | Jumlah per KPM | Total Target Sasaran | Status Penyaluran |
| Beras Premium | 20 Kilogram | 566 Kepala Keluarga | Terdistribusi 100% |
| Minyak Goreng | 4 Liter | 566 Kepala Keluarga | Terdistribusi 100% |
Ungkapan Syukur Warga
Manfaat dari program ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Salah satu warga Desa Sukojati, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar.
-
"Sangat bersyukur dan terbantu sekali. Uang yang tadinya mau dipakai buat beli beras dan minyak sekarang bisa dialihkan untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan dapur lainnya," ungkap sambil membawa paket bantuannya.
Pemerintah Desa Sukojati berharap program bantuan pangan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala, terutama dalam menghadapi pergantian musim yang kerap memengaruhi produktivitas sektor pertanian lokal. Pembagian yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berakhir pada pukul 15.00 WIB dengan situasi yang aman, kondusif, dan terkendali.